Kamis, 30 Maret 2017

Kebanyakan Pendaki Adalah Jomblo



Guys, photo-photo berikut ini adalah photo guyonan namun menjadi pertanda bahwa jomblo telah merajalela sampai ke gunung-gunung di bumi Nusantara. Mereka menjomblo bukan gara-gara mendaki, tapi mendaki gara-gara jomblo. Hihi...

sumber foto : merdeka.com

Peringatan ini lebih syerem dibandingkan dengan peringatan di kemasan rokok.
sumber foto : s98.photbucket.com

Ekspetasi vs. Realita....  Tak ada wanita, carrier pun dipeluknya....
sumber foto : Hipwee-Jomblo-Rinjani
sumber foto lupa

Lagu kebangsaan Para Jomblo...
sumber foto : ariejie.pro/mendaki-gunung-papandayan

Korban Mitos. Ngarep bakal ada keajaiban... eh umur sudah semakin bertambah masih tetep jomblo aja.
sumber foto :ngalasAdventure.com

Seolah-olah stok lawan jenis sudah hampir punah, poto ini lucu juga....
sumber foto : ariejie.pro/mendaki-gunung-papandayan

Mblo, mblo...  Bahkan sebuah nama pun tak ada.
sumber foto : phinemo.com pesan-lucu-para pendaki

sumber foto : phinemo.com pesan-lucu-para pendaki

Kalo sudah nyerah...Lambaikan tanganmu ke kamera.
sumber foto :ranselsenja.web.id
 
sumber foto : scontent-sin6-1.cdninstagram.com

sumber foto : scontent-sin6-1.cdninstagram.com

sumber foto : scontent-sin6-1.cdninstagram.com

sumber foto : scontent-sin6-1.cdninstagram.com

sumber foto : hipwee.com

sumber foto :arieje.pro/mendaki-gunung-papandayan


sumber foto udeh tertulis di watermarknya
















Dan pendaki itu harus kebal terhadap segala improvisasi pertanyaan semacam kawinnya kapan?

sumber foto : google/meme-anak-gunung



sumber foto : flickr.com


 Kudu tetap setrong dan hepi meski jadi bahan bully-an


sumber foto : @KedaiPendaki
sumber foto : www.memecomic.id


Bahkan sampe dibikinin acara ngetrip jomblo mendaki, pakai episode lanjutan lagi... 
Part 1, Part 2, part 3, pertanda bahwa jomblo semakin banyak saja jumlahnya...




Bahkan ada film-film yang settingan ceritanya macam ini. Si tokohnya single dan akhirnya berkelana sampai ke gunung-gunung. Kalau pilem barat contohnya ada How To Be Single. Bagi kalian yang hobby nonton pilem pasti tau beberapa judul pilem-pilem lainnya yang menceritakan bahwa gunung jadi tempat pelarian.

Guys sabar ya...
Barangkali ini hanya pernyataan ngawur yang belum diuji kebenarannya dan tidak didukung data akuratnya. Banyak koq, pendaki yang sudah memiliki pasangan, bahkan kadang kita menemui sepasang kekasih atau suami istri yang mendaki bersama.

Tetap semangat ya Mblo, jangan mati konyol sekarang. Kali aja ada seseorang yang bakal mengisi ceritamu di masa depan. Yah, kalau seseorang itu tetep gak terlihat, jadilah jomblo terhormat, jomblo bermartabat dan bermanfaat sampe akhir hayat.



Minggu, 12 Maret 2017

Terbongkarnya Secret Admirer


Barusan tanpa sengaja saya menonton sponsor video air mineral di media sosial yang menggunakan narasi secret admirer atau pengagum rahasia. Berhubung saya sedang sendirian di kamar hotel dengan jeda waktu yang sedemikian panjang ini, mari saya ceritakan secret admirer versi saya.
Jangan ngarep cerita ini berupa romansah macam di drama Korea, pilem-pilem atau iklan tv itu. Sama sekali bukan. Secret admirer saya adalah sikap teladan dari orang yang berusaha melakukan kebaikan tanpa harus diketahui orang lain. Seperti ungkapan “tangan kanan memberi, tangan kiri tak mengetahui”. Sedekah secara sembunyi sembunyi. Jadi sebenarnya kurang tepat sih kalau disebut pengagum rahasia, lebih tepatnya DERMAWAN RAHASIA.

Ceritanye, saya ini masa kecilnya mengalami saat-saat memprihatinkan. Tidak kebagian menikmati kemakmuran orang tua karena sepeninggal mereka kehidupan kami langsung tengkurep, nyungsruk, seperti roda yang berputar kami mengalami level berada di bawah. Tapi sesulit apapun, saya nekat tetap melanjutkan sekolah. Masa SMP adalah masa paling bokek, dalam hidup saya. Saya sering nunggak SPP bahkan sampai 8 bulan, pernah  dibayari cicilan uang gedung dan LKS oleh guru, pernah berhari-hari gak makan tapi cuma diam, gak mau cerita, karena malu dan gak suka minta, sampai tepar gak bisa masuk sekolah padahal sudah pakai seragam, karena saking lemesnya. Saya mual muntah muntah karena perut kaget diisi makanan setelah 4 hari sama sekali gak ada yang bisa dimakan. Nah karena sepertinya ada teman sekelas saya yang memahami karakter saya, maka jadilah dia Si Dermawan Rahasia itu. Sering tiba-tiba di tas saya ada duit entah dari siapa. Macam kantong Doraemon, duit itu menyelamatkan saya. Kejadian itu sering sekali saya alami. Tepatnya sejak saya kelas 2 SMP. Awalnya sih saya tidak tahu siapa orangnya, tapi karena kejadian itu pernah muncul tiba-tiba saat saya SMK, pastilah orang itu teman baik saya yang kita pernah sekelas dari SMP sampai SMK.
Kenapa kisah ini saya ceritakan? Barangkali ini bisa jadi inspirasi kita biar jadi dermawan rahasia. Gak harus berupa uang, tapi apapun yang orang lain butuhkan. Yang saya alami pun begitu, dulu saya cuma bocah cilik yatim piatu yang miskin, rasanya malu sekali kalau mau ngasih apa-apa ke orang lain yang keliahatan lebih mampu. Seringnya orang tidak mau menerima pemberian saya. Jadi diam-diam saja, apa yang orang lain butuhkan, diam-diam kita berikan. Cara ini ampuh diterapkan. Sampai saya besar, sampai saya kuliah atau sampai saat sekarang. Kadang-kadang cara seperti itu diperlukan pada sikon-sikon tertentu yang menjadikan kita harus berbuat seperti pengangum rahasia.

Bogor, 12 Maret 2017
Catatan di kala sepi, di Hotel IZI.

Diam - Diam Balas Dendam

Apa korelasinya antara gak bisa tidur dan setrika? Kalau pengalaman pribadi saya sih ada. Sodara-sodara... sebenarnya...